Tahu 10 Serat Karpet Lantai, Mana Pilihan Terbaik Anda?

Tahu 10 Serat Karpet Lantai, Mana Pilihan Terbaik Anda?

Apakah Anda mencoba mendekorasi lantai rumah Anda agar lebih indah?, atau lebih hangat karena cuaca atau keramik dingin?. Jika demikian, maka Anda harus memilih karpet lantai untuk rumah Anda.

Karpet adalah penutup lantai rumah yang banyak diaplikasikan pada ruangan-ruangan penting, seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, ruang kerja, kamar tidur, hingga basement. Memilih karpet baru untuk ruangan tidak hanya memilih motif atau warna yang Anda suka, tetapi Anda juga harus mempertimbangkan gaya hidup Anda. Kok bisa?

Serat karpet lantai

Karpet tidak hanya berfungsi sebagai alas, kecuali jika menggunakan karpet lipat yang bisa digunakan sesuka hati dan bisa disimpan saat tidak digunakan. Untuk memilih karpet ruangan, Anda perlu mempertimbangkan gaya hidup Anda di dalam ruangan, seperti di mana karpet dipasang, jenis karpet apa yang cocok, dan bagaimana karpet diperlakukan dengan bahannya.

Menggali lebih dalam ke karpet lantai itu rumit, dan itu untuk kenyamanan Anda. Karpet dibuat dengan melingkarkan bahan bergaya benang melalui bagian belakang dan membuat tumpukan tertentu di bagian atas. Gaya benang ini bermacam-macam, ada jenis karpet loop pile, minimize pile, dan sebagainya.

Semua orang tahu bahwa daya tarik utama karpet lantai adalah permukaannya yang lembut dan hangat. Selain gaya benang, komponen lain yang membedakan karpet adalah bahan pembuatannya dan karakteristik keausannya. Ada banyak bahan karpet yang bisa menjadi pilihan untuk dipertimbangkan, mulai dari serat alami dan serat sintetis.

1. Nilon (Nilon)

karpet nilon

Ini adalah serat karpet paling populer yang dijuluki raja serat karpet sintetis. Bisa dibilang sekitar dua pertiga dari semua karpet sintetis terbuat dari nilon. Serat nilon tahan terhadap tanah dan dapat bertahan dalam bentuk yang sama selama bertahun-tahun tanpa melengkung.

Biasanya nilon lebih terjangkau daripada wol, tetapi lebih mahal daripada karpet sintetis lainnya. Jika dirawat dengan baik, karpetnilon dapat bertahan hingga 15 tahun.

Professional dan Kontra Karpet Nilon :

  • Sangat lembut, tahan lama, tahan luntur, tahan noda dan abrasi.
  • Menawarkan banyak variasi konstruksi (dekoratif, bertekstur, shag, loop minimizedll).
  • Cocok untuk diterapkan di mana saja.
  • Beberapa dari mereka dapat didaur ulang sekali menjadi karpet nilon lain.
  • Dapat menghasilkan listrik statis karena gesekan. Dapat diobati dengan semprotan anti-statis untuk meminimalkan sengatan listrik.

2. Olefin (Polypropylene)

carpet olefin

Olefin atau senyawa ini polypropylene banyak digunakan di luar ruangan karena bagus dalam mempertahankan kelembapan. Karpet lantai berbahan olefin cukup populer dan banyak digunakan di space perumahan. Olefin memiliki serat seperti wol dan sering digunakan sebagai pengganti wol sintetis.

Setelah pewarnaan, permadani ini terlihat bagus dan estetis untuk inside. Harga karpet polypropylene sedikit lebih murah daripada karpet nilon, tetapi lebih mahal daripada karpet polyester dan akrilik.

Professional dan Kontra Karpet Olefin:

  • Memiliki serat yang lembut seperti nilon, tetapi tidak selembut nilon. kuat seperti nilon. Biasanya digunakan untuk karpet mannequin melingkar (berber).
  • Dapat digunakan sebagai karpet dalam ruangan dan luar ruangan.
  • Cocok untuk ruangan yang mendapat banyak cahaya atau space yang sering dilewati.
  • Bagus untuk jenis karpet low pile seperti berber (loop-pile).
  • Tahan noda.
  • Tahan lembab.
  • Dapat menampung oli, sehingga rawan kotor, namun mudah dibersihkan.
  • Kurang tahan lama dibandingkan nilon.
  • Jika terkena panas berlebihan rawan terbakar atau meleleh.

3. Karpet poliester

karpet poliester

Jika Anda menginginkan hunian bergaya dengan karpet cantik tanpa mengurangi daya tahan, maka karpet lantai berbahan poliester bisa menjadi pilihan. Polyester terkenal dengan teksturnya yang lembut, terutama pada tumpukan yang tebal, sehingga terlihat mewah.

Polyester banyak digandrungi karena dapat mempertahankan warna yang cerah. Menariknya, salah satu jenis karpet polyester dikenal sebagai PETterbuat dari botol plastik daur ulang, sehingga ramah lingkungan. Baca : 95 Contoh Motif Keramik Lantai Rumah Trendy.

Professional dan Kontra Karpet Polyester :

  • Cocok untuk kamar tidur atau ruang bermain.
  • Tahan tanah (tidak mudah bengkok) dan mudah perawatannya.
  • Serat lebih hypoallergenic (kurang rentan terhadap reaksi alergi dan iritasi) daripada yang lain.
  • Dapat menahan noda. Sehingga jika tidak dibersihkan bisa menjadi tumpukan kotoran.
  • Cenderung datar karena berat, sehingga tidak cocok untuk daerah lalu lintas tinggi.

4. Akrilik (Akrilik)

karpet akrilik

Karpet lantai akrilik terkadang dipasarkan sebagai 'wol sintetis' dengan harga yang lebih rendah. Serat akrilik adalah jenis serat yang paling mirip wol di antara serat buatan. Menurut ISO (Oranisasi Internasional untuk Standar)serat yang mengandung 85% akrilonitril dalam struktur kimianya disebut serat akrilik.

Kelebihan dan Kekurangan Karpet Akrilik:

  • Ketahanan yang baik terhadap listrik statis.
  • Lembut seperti karpet wol.
  • Tahan terhadap bahan kimia dan minyak.
  • Tahan terhadap sinar matahari.
  • Dapat dicat dengan warna cerah dan tahan bertahun-tahun.
  • Tahan terhadap kelembaban, jamur, memudar dan pewarnaan.
  • Ringan terhadap noda.
  • Tidak cocok untuk space dengan lalu lintas tinggi.
  • Akrilik kadang-kadang bisa menjadi cokelat saat diwarnai dengan bahan kimia alkali tertentu (seperti pada produk pembersih).

5. Katun (Katun)

karpet katun

Katun adalah bahan alami yang bersifat menyerap. Kapas ini dapat digunakan dalam berbagai jenis kain, dari kain rajutan halus yang ringan dan longgar, hingga kain yang tebal dan halus seperti beludru. Katun mudah diwarnai dan memungkinkan banyak warna.

Biasanya karpet lantai berbahan katun ditenun rata atau dikepang. Karpet katun lebih murah dari wol, cocok untuk Anda yang ingin tampil kasual dengan price range terbatas.

Professional dan Kontra Karpet Katun :

  • Pilihan serat paling lembut,
  • Sangat tahan lama saat kering dan bisa dicuci dengan mesin.
  • Tidak menghasilkan listrik statis.
  • Memiliki daya rekat yang baik.
  • Menyerap kelembapan dengan baik dan mengeluarkan panas.
  • Rentan terhadap luntur.
  • Mudah kotor tetapi mudah dibersihkan (seperti karpet permadani).
  • Jika terkena jamur atau sinar matahari. akan rusak dalam waktu lama.

6. Sisal

Sisal karpet

Sisal adalah serat alami yang berasal dari tanaman sisal (Agave Sisalana). Serat sisal lebih lembut dibandingkan jenis serat nabati lainnya. Semua karpet sisal terbuat dari 100% serat tumbuhan alami yang ditenun dengan bahan dasar lateks. Bahan anti bakteri, tahan api, elastis, dan menyerap suara menjadikannya karpet lantai yang perfect.

Kelebihan dan Kekurangan Karpet Sisal:

  • Anti bakteri, tahan api, menyerap suara dan elastis.
  • Ini lebih kuat dan lebih tahan lama daripada serat alami lainnya.
  • Alternatif yang baik bagi mereka yang alergi wol.
  • Cocok untuk permadani dan beberapa aplikasi luar ruangan.
  • Lebih kasar (seperti goni) di kaki daripada karpet wol dan katun.
  • Menyerap kelembapan, sehingga sulit menghilangkan noda.

7. Wol (Wol)

karpet wol

Wol adalah serat karpet paling lembut dan paling mewah yang dapat Anda temukan. Karpet lantai wol menawarkan lebih banyak variasi desain, element, dan warna daripada permadani tradisional. Wol adalah salah satu jenis serat yang paling mahal. Itu sebabnya hanya digunakan pada karpet mewah yang berbentuk potongan.

Karpet wol murni dibuat tanpa bahan kimia, menjadikannya pilihan yang baik bagi Anda yang alergi terhadap bahan kimia. Beberapa produsen menggabungkan wol dengan serat sintetis untuk membuat karpet dengan manfaat maksimal. Misalnya, wol yang dicampur dengan nilon (poliamida)akan menciptakan tampilan yang lebih indah dan manfaat ganda, yaitu kenyamanan wol dengan umur panjang nilon.

Professional dan Kontra Karpet Wol:

  • Nyaman di kaki dan tahan lama.
  • Penampilan alami, cantik dan mewah.
  • Tahan tanah, tidak mudah bengkok dan mengempis.
  • Serat wol tahan abrasi.
  • Mudah diwarnai dan tahan lama.
  • Tidak mudah terbakar dibandingkan karpet lainnya.
  • Mampu menahan banyak debu dibandingkan karpet lainnya.
  • Cenderung memudar jika terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama.
  • Wol berkualitas rendah lebih rentan terhadap pewarnaan.
  • Rentan terhadap kerusakan dari jamur dan kapang yang memakan bahan organik.
  • Tidak cocok untuk space dengan kelembaban tinggi.
  • Memerlukan pembersihan profesional untuk pemeliharaan bila diperlukan.

8. Sutra (Sutra)

sutra karpet

Sutra adalah serat lembut mengkilap yang diproduksi oleh ulat sutra. Serat ini juga dibuat menjadi benang untuk kemudian dibuat menjadi kain. Penenunan sutra dimulai di Cina sekitar 4.600 tahun yang lalu. Sutra kualitas tertinggi di dunia diproduksi di wilayah Bursa Turki.

Karpet sutra adalah simbol kebangsawanan, kemegahan, dan kekayaan. Maka tak heran jika sutra menjadi bahan karpet termahal. Bukan tanpa alasan, karpet sutra berukuran 1 meter persegi bisa ditenun dalam waktu 4-6 bulan hingga lebih, tergantung kehalusan dan kualitasnya. Wow!.

Kelebihan dan Kekurangan Karpet Sutra :

  • Awet dan sangat mencolok saat dicat.
  • Dapat dibuat dari campuran sutra atau wol 100%.
  • Tipis dan lembut saat disentuh.
  • Sebaiknya digunakan di space dengan lalu lintas rendah seperti ruang tamu formal atau kamar tidur.
  • Sepertinya sebuah karya seni karena ada lebih banyak simpul per inci persegi dengan pola yang rumit.
  • Sangat mahal dan menjadi karpet termahal di dunia.
  • Memerlukan pembersihan profesional secara teratur.

9. Kulit

kulit karpet

Bahan karpet yang satu ini mungkin tidak disukai oleh sebagian orang karena menggunakan kulit binatang. Karpet lantai atau permadani kulit kebanyakan terbuat dari kulit domba, kemudian didesain dengan potongan yang bagus untuk ruangan kecil agar terlihat mewah. Selain itu, kulit domba juga mudah dibersihkan dan sangat bagus untuk pelapis furnitur atau diletakkan di samping tempat tidur.

Professional dan Kontra Karpet Kulit :

  • Mudah dibersihkan.
  • Menambah estetika ruangan.
  • Dapat dipadankan dengan berbagai tampilan, dari tradisional hingga kontemporer, formal hingga kasual, elegan hingga rustic.
  • Mudah ditekuk. Untuk mengatasinya perlu disetrika pada bagian belakang agar rata.
  • Cenderung menumpuk kotoran yang membuat kulit terang menjadi kotor.
  • Perlu dibersihkan secara teratur.

Jika Anda tidak menyukai kulit binatang asli, atau jika anggaran Anda terbatas, Anda dapat memilih karpet lantai kulit imitasi atau bulu imitasi. Karpet bulu ini biasanya terbuat dari campuran akrilik dan bahan sintetis lainnya, kemudian ditenun dengan rapat. Kelemahan bulu sintetis ini adalah mudah rontok dan tidak mudah dibersihkan seperti aslinya.

10. Triexta Polyester (PTT)

triexta carpet

Ini adalah jenis serat baru yang menggabungkan karakteristik polyester dan nilon. Triexta lebih terlihat seperti poliester daripada nilon, tetapi memiliki penampilan seperti nilon yang kusam (poliester memiliki kilap yang lebih tinggi).

Professional dan Kontra Karpet Poliester Triexta :

  • Lebih tahan lama dibandingkan poliester konvensional.
  • Tahan lama seperti karpet nilon.
  • Lebih lembut dari poliester dan nilon.
  • Serat bersifat hidrofobik (tidak menyerap kelembapan), sehingga memiliki ketahanan noda yang tinggi.
  • Resistensi cepat.
  • Tidak mudah terbakar, sehingga sinar matahari langsung dan sinar UV tidak menyebabkan serat berubah warna.
  • Tersedia dalam versi ramah lingkungan yang menggunakan bioteknologi berbasis fermentasi glukosa jagung.
  • Sulit untuk menyedot debu, jadi Anda membutuhkan penyedot debu berkualitas tinggi untuk membersihkannya.
  • Sebagai pendatang baru, dia tidak memiliki sejarah panjang untuk mendukung beberapa klaimnya.

Ini adalah bahan karpet lantai yang umum digunakan dan bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Jika Anda hanya mempertimbangkan daya tahan, Anda dapat memilih karpet poliester, polipropilen (olefin), dan nilon, karena lebih tahan terhadap air, jamur, dan noda.

Lalu bahan karpet mana yang terbaik?

Sebelum memilih karpet baru, pikirkan dulu fungsinya. Pikirkan untuk ruangan mana, berapa banyak lalu lintas di sana?, apakah ruangan itu menerima banyak sinar matahari?, apakah ruangan di luar atau di dalam. Pertanyaan seperti ini dapat membantu Anda menemukan serat terbaik untuk karpet lantai inside Anda. Semoga artikel Karpet Lantai Fiber ini bermanfaat!.

http://www.rumahkuunik.com/2021/07/mengenal-10-serat-karpet-lantai-mana.html